Test Image
test Image

Bagi Ibrahimovic, Tantangan Di AC Milan Sama Seperti Di MU

Fido Moniaga - December 6, 2020
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal Serie A – Di usianya yang sudah 39 tahun, Zlatan Ibrahimovic masih berusaha menyempurnakan kariernya. Ia mengaku sangat tertantang membawa AC Milan meraih banyak trofi seperti yang sudah pernah ia lakukan sebelumnya di Manchester United.

Saat ini, tidak ada yang bisa membantah bahwa Ibrahimovic adalah salah satu pemain terbaik di dunia. Ratusan gol dan belasan trofi sudah dipersembahkan pemain asal Swedia itu ke semua klub yang dibelanya.

Pernah berseragam Ajax Amsterdam, Juventus, Inter Milan, AC Milan, Barcelona, Paris Saint-Germain, Manchester United dan LA Galaxy, Ibrahimovic tak pernah gagal memberi bukti. Semua trofi juara bisa diraihnya. Juara di Eredivisie Belanda, Scudetto Italia, juara Laliga Spanyol, dan Ligue 1 Prancis.

Namun dari kesemuanya itu, boleh dibilang prestasi Ibrahimovic selama membela Manchester United-lah yang paling mentereng. Bagaimana tidak, ia datang ke Liga Inggris yang dikenal keras dan cepat saat usianya sudah nyaris menyentuh angka 36 tahun. Bukan cuma itu, MU juga sedang dalam periode pasang surut prestasi sejak Sir Alex Ferguson pergi pada 2013 silam.

Tapi Ibra adalah Ibra, dulu dan sekarang sama saja. Semusim berkostum Setan Merah, Ibra mampu menyumbangkan trofi di musim perdananya, bukan cuma satu, tapi tiga sekaligus. Rinciannya, satu piala Liga Inggris, Piala Super Inggris, dan gelar juara Liga Europa.


Baca Juga:



Kini Ibra kembali ke AC Milan yang pernah dibelanya musim 2010/2011 dan 2012/2013 saat usianya sudah 39 tahun. Terakhir kali dibela Ibrahimovic, Rossoneri mampu menjuarai Liga Italia, tapi setelah ditinggal, terpuruk lagi mereka.

Ibrahimovic pun mengaku tertantang untuk kembali mengangkat prestasi Milan yang dalam beberapa tahun terakhir hanya berkutat di papan tengah. Ia menyebut tantangan di Milan sama seperti ketika ia membela MU. Dirinya terpacu untuk membantu Milan ke posisi teratas lagi meski usianya sudah tak muda lagi.

“Ketika semua orang mengatakan itu tidak mungkin, itulah yang membuat saya bersemangat. Lebih baik membawa klub kembali ke puncak daripada bergabung dengan tim papan atas. Anda harus membantu orang lain merasakan apa artinya berada di puncak.” ucap Ibra dilansir dari Sky Sport Italia.

“Ketika saya kembali ke Milan, situasi sama seperti di Manchester United. Ketika orang katakan tempo Liga Inggris terlalu berat bagi saya, saya cenderung melakukan kebalikan dari apa yang mereka katakan semua tentang saya.” tegasnya.

Milan sendiri sudah merasakan betul tuah Ibrahimovic. Sejak didatangkan medio Januari 2020 lalu, Milan hingga saat ini belum tersentuh kekalahan dalam 34 laga terakhirnya, dan kini sedang kokoh di puncak klasemen dengan torehan 23 poin, dimana Ibrahimovic jadi topskor klub dengan sumbangan 10 gol.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com